Waingapu, 01 Oktober 2017
Baca : Zefanya. 3 : 1 – 8
Saudara–saudara
yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nabi
Zefanya adalah salah satu dari Nabi TUHAN yang begitu gigih, begitu berani dan
begitu berapi-api dalam hal menyampaikan Firman TUHAN. Berita yang disampaikan
Zefanya bukanlah berita yang menyejukkan hati dan menyenangkan hati. Sebab apa
yang di sampaikan bukanlah nasihat dan teguran yang lemah lembut. Tetapi berita
yang membuat orang tersinggung, membuat orang menjadi marah dan menjadi panas
hati. Zefanya menyampaikan Hukuman atas ketidaktaatan dan pemberontakkan umat
Allah. Pelanggaran dan dosa yang mereka lakukan akan di hukum oleh Tuhan. Tuhan
tidak akan mungkin membiarkan kejahatan yang dilakukan umat-Nya. Hal itu
ditegaskan dalam ayat 1 “Celakalah si pemberontak dan si Cemar”. Dan dalam ayat
8 Tuhan sendiri mengatakan “Oleh karena itu tunggulah Aku.....”. Allah tidak
menyebut mereka lagi umat-Nya yang kudus tetapi tetapi si pemberontak dan si
Cemar. Sebab mereka telah memberontak kepada-Nya dan mencemarkan diri dengan
menyembah berhala. Sebab itu mereka juga tidak akan bebas dan luput begitu saja
dari Hukuman Allah. Allah akan datang sendiri menghukum mereka. Dan jika TUHAN
berbuat seperti itu terhadap umat-Nya maka kita juga harus menyadari bahwa
segala pelanggaran dan dosa yang kita lakukan TUHAN pasti menghukumnya. Sebab
itu status sebagai orang Kristen tidak menjamin kita bebas dari hukuman Allah.
Jangan merasa aman atau nyaman dengan nama Kristen. Lalu tidak peduli akan
persekutuan, akan kekudusan, akan kebenaran, tidak berdoa dan sebagainya.
Jangan merasa puas dan bangga dengan apa yang kita miliki dan kita perbuat.
Saudara-saudara yang kekasih, Apakah
yang terjadi dengan umat Allah ketika itu pada Zaman nabi Zefanya? Mengapa
mereka di juluki si Pemberontak dan si Cemar dan mengapa TUHAN mengancam
umat-Nya? Bukankah mereka itu tadinya Umat yang taat, setia dan kudus?.
Bukankah Yerusalem selalu di sebut Kota kudus atau Sion kudus? Melalui nabi
Zefanya TUHAN mengatakan bahwa Yerusalem sudah menjadi kota yang penuh dengan
penindasan! Ketidakadilan dan kekerasan terhadap orang-orang lemah berlangsung
di sana. Raja dan para pemimpinnya tidak lagi memerintah dalam keadilan. Bahkan
yang begitu parah kehidupan moral umat Allah. Umat Tuhan memberontak; mereka
berpaling dari Tuhan. Mereka tidak setia lagi kepada Sabda-Nya. mereka
meninggalakan hukum dan perintah-perintah-Nya, mereka tidak menyembah Tuhan
lagi tetapi menyembah dewa Baal dan Molokh. Mereka mempersembahkan anak-anak laki-laki
mereka kepada dewa-dewa itu untuk meminta kemurahan. Mereka mencemarkan rumah
Tuhan dan hidupnya yang telah di kuduskan Tuhan. Mereka menajiskan dirinya
dengan berhala-berhala itu.
Dan para pemimpin umat, yang
harusnya menjadi teladan, panutan dan contoh yang baik mendukung dilakukannya
penyembahan kepada dewa Baal dan Molokh itu. Mereka membangun tempat-tempat
dimana dewa-dewa itu bisa di sembah. Bukit-bukit
pengorbanan di bangun. Mereka tidak bisa diharapkan lagi. Baik para pemukanya,
hakimnya, Imamnya dan Nabinya. Tidak ada lagi yang setia. Mereka semua telah
menyeleweng. Ayat 2 mengatakan; “Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun
dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada
Allahnya ia tidak menghadap. Mereka tidak mau mendengar teguran siapapun;
artinya mereka mengeraskan hatinya dan tidak butuh saran dan masukan dari orang
lain. Mereka mengabaikan peringatan. Mereka tidak peduli pada kecaman. Artinya
menganggap hal yang biasa saja terjadi. Mereka cuek saja/acuh saja. Mereka tidak
merasa takut kepada segala peristiwa yang terjadi. Apakah itu musibah alam;
gempa bumi, tanah longsor, tsunami, kecelakaan pesawat, dan sebagainya. Mereka
tidak melihat itu sebagai peringatan TUHAN. Mereka tidak Percaya kepada TUHAN. Tetapi
percaya kepada dewa-dewa. Dan mengandalkan mereka sebagai pemberi berkat.
Mereka tidak menghadap kepada Allah tetapi menghadap dan menyembah
berhal-berhala. Itulah keadaan yang sesungguhnya, yang dialami nabi Zefanya.
Lalu seperti apakah keadaan
kita hari ini? Bukankah semua itu juga yang terjadi hari ini? Bukankah sekarang
orang Kristen tidak mendengar teguran, nasihat, cuek, acuh tak acuh dengan
persekutuan, tidak percaya kepada Tuhan, tetapi mengandalkan kekuatan sendiri
dan tidak lagi menyembah TUHAN?. Bukankah orang Kristen hari ini lebih percaya
kepada dukun-dukun dan ketahyulan? Bahkan diantara kitapun ada yang masih
mengandalkan dukun-dukun dan percaya kepada ketahyulan. Tetapi bagaimanakah
dengan kita sendiri? Adakah ketaatan itu dalam hidupmu? Dan apakah engkau hanya
menyembah TUHAN saja.
Selain keadaan hidup umat
Allah secara umum. Secara khusus keadaan hidup para pemimpin yang harusnya
menjadi sosok yang di harapkan seperti Pemuka, Hakim, nabi dan Imam juga sudah
berpaling dari Tuhan. Para pemuka tidak lagi berada di tengah-tengah umat Tuhan
sebagai sosok yang selalu memberi keteladanan. Tetapi mereka menjadi Singa yang
mengaum. Kehadiran mereka dengan suaranya tidak lagi memberi kesejukan tetapi
mereka menjadi sosok yang sangat menakutkan. Betapa tidak kerjanya memanfaatkan
umat Tuhan untuk kepentingan-kepentingan mereka. Para hakim menjadi Serigala
yakni menjadi sosok yang tidak lagi mengutamakan keadilan. Mereka melakukan
korupsi dan menerima suap. Mereka memeras dan menguras harta benda orang hingga
ludes. Mereka serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apa pun sampai
pagi hari. Begitu rakusnya mereka sehingga tidak ada yang tersisa. Para nabi
menjadi ceroboh dan pengkhanat. Mereka tidak lagi menyampaikan Firman
sebagaimana TUHAN perintahkan kepada mereka. Mereka memutarkan balikkan
Kebenaran itu. Sebab ketenaran dan popularitas jauh lebih penting bagi mereka.
Mereka mencari kesenangan manusia dan bukan kesenangan Allah. Demikian juga
para Imam mereka menajiskan apa yang kudus dan memperkosa hukum Torat. Artinya
para Imam menyembah Baal dan Molokh yang adalah kekejian bagi Tuhan. Dan tidak
lagi beribadah kepada Tuhan sesuai perintah Tuhan kepada umat-Nya. Zefanya
mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Dia bekerja dalam kondisi yang
tidaklah mudah. bayangkan jika kita melayani dalam kondisi seperti itu?
Mungkinkah kita bertahan?
Saudara-saudaraku, bila kita
melihat keadaan yang berlangsung hari ini sesungguh tidak berbeda dengan
keadaan yang dihadapi nabi Zefanya. Para pemimpin Kristen hari ini juga seperti
yang di tulis nabi Zefanya disini. Mereka menjadi pemimpin yang hanya
memanfaatkan umat TUHAN untuk kepentingan mereka, mereka hidup dalam Korupsi, mereka
tidak melayani Firman sesuai dengan perintah Tuhan dan hidup dalam pelbagai
kejahatan. Karena itu pelbagai kata-kata sindiran muncul seperti percuma dia
Kristen, pendeta, Guru Injil dan sebagainya.
Saudara-saudaraku yang
kekasih, Mari kita lihat apakah tindakan Tuhan terhadap keadaan yang seperti
itu? Ayat 5-8 menegaskan bahwa Tuhan
yang adil; yang telah mengaruniakan segala sesuatu kepada umat-Nya. Tetapi umat-Nya
tidak pernah belajar akan berbenah diri dan bertobat. Maka sama seperti Ia
membinasakan bangsa-bangsa lain itu demikianlah Ia akan membinasakan mereka.
Ayat 8 mengatakan; Oleh karena itu tunggulah Aku -- demikianlah firman TUHAN --
pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan
bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas
mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi
akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku." Artinya TUHAN akan membalas
kejahatan umat-Nya. Ia akan datang sendiri menghukum umat-Nya. Sebab itu
saudara-saudaraku pergunakanlah waktu yang ada. Dan pakailah kesabaran TUHAN
sebagai kesempatan bagi kita untuk bertobat. Karena yang TUHAN kehendaki dari
kita semua adalah hidup menurut FIRMANNYA; Yang TUHAN kehendaki adalah
pertobatan. Itulah sebabnya Ia telah menguduskan kita di dalam Yesus Kristus
dan berkat-Nya berlimpah atas kita dalam hidup ini. Tuhan mau agar kita terus
belajar dan hidup takut akan Dia! Untuk itu mari kita memohon kepada-Nya:
Ajar aku,
oleh RohMu, jalan-jalanMu, TUHAN!
Tunjuklah lorong-lorongMu supaya kuberjalan dalam kebenaranMu, bimbinglah aku, S'lamatku!
Aku bernanti-nanti Engkaulah
sepanjang hari!
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar