Rabu, 25 Oktober 2017

Zefanya. 3: 1 - 8



Waingapu, 01 Oktober 2017

Baca                : Zefanya.        3 : 1 – 8

Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nabi Zefanya adalah salah satu dari Nabi TUHAN yang begitu gigih, begitu berani dan begitu berapi-api dalam hal menyampaikan Firman TUHAN. Berita yang disampaikan Zefanya bukanlah berita yang menyejukkan hati dan menyenangkan hati. Sebab apa yang di sampaikan bukanlah nasihat dan teguran yang lemah lembut. Tetapi berita yang membuat orang tersinggung, membuat orang menjadi marah dan menjadi panas hati. Zefanya menyampaikan Hukuman atas ketidaktaatan dan pemberontakkan umat Allah. Pelanggaran dan dosa yang mereka lakukan akan di hukum oleh Tuhan. Tuhan tidak akan mungkin membiarkan kejahatan yang dilakukan umat-Nya. Hal itu ditegaskan dalam ayat 1 “Celakalah si pemberontak dan si Cemar”. Dan dalam ayat 8 Tuhan sendiri mengatakan “Oleh karena itu tunggulah Aku.....”. Allah tidak menyebut mereka lagi umat-Nya yang kudus tetapi tetapi si pemberontak dan si Cemar. Sebab mereka telah memberontak kepada-Nya dan mencemarkan diri dengan menyembah berhala. Sebab itu mereka juga tidak akan bebas dan luput begitu saja dari Hukuman Allah. Allah akan datang sendiri menghukum mereka. Dan jika TUHAN berbuat seperti itu terhadap umat-Nya maka kita juga harus menyadari bahwa segala pelanggaran dan dosa yang kita lakukan TUHAN pasti menghukumnya. Sebab itu status sebagai orang Kristen tidak menjamin kita bebas dari hukuman Allah. Jangan merasa aman atau nyaman dengan nama Kristen. Lalu tidak peduli akan persekutuan, akan kekudusan, akan kebenaran, tidak berdoa dan sebagainya. Jangan merasa puas dan bangga dengan apa yang kita miliki dan kita perbuat.  
Saudara-saudara yang kekasih, Apakah yang terjadi dengan umat Allah ketika itu pada Zaman nabi Zefanya? Mengapa mereka di juluki si Pemberontak dan si Cemar dan mengapa TUHAN mengancam umat-Nya? Bukankah mereka itu tadinya Umat yang taat, setia dan kudus?. Bukankah Yerusalem selalu di sebut Kota kudus atau Sion kudus? Melalui nabi Zefanya TUHAN mengatakan bahwa Yerusalem sudah menjadi kota yang penuh dengan penindasan! Ketidakadilan dan kekerasan terhadap orang-orang lemah berlangsung di sana. Raja dan para pemimpinnya tidak lagi memerintah dalam keadilan. Bahkan yang begitu parah kehidupan moral umat Allah. Umat Tuhan memberontak; mereka berpaling dari Tuhan. Mereka tidak setia lagi kepada Sabda-Nya. mereka meninggalakan hukum dan perintah-perintah-Nya, mereka tidak menyembah Tuhan lagi tetapi menyembah dewa Baal dan Molokh. Mereka mempersembahkan anak-anak laki-laki mereka kepada dewa-dewa itu untuk meminta kemurahan. Mereka mencemarkan rumah Tuhan dan hidupnya yang telah di kuduskan Tuhan. Mereka menajiskan dirinya dengan berhala-berhala itu.
Dan para pemimpin umat, yang harusnya menjadi teladan, panutan dan contoh yang baik mendukung dilakukannya penyembahan kepada dewa Baal dan Molokh itu. Mereka membangun tempat-tempat dimana dewa-dewa itu bisa di sembah.  Bukit-bukit pengorbanan di bangun. Mereka tidak bisa diharapkan lagi. Baik para pemukanya, hakimnya, Imamnya dan Nabinya. Tidak ada lagi yang setia. Mereka semua telah menyeleweng. Ayat 2 mengatakan; “Ia tidak mau mendengarkan teguran siapa pun dan tidak mempedulikan kecaman; kepada TUHAN ia tidak percaya dan kepada Allahnya ia tidak menghadap. Mereka tidak mau mendengar teguran siapapun; artinya mereka mengeraskan hatinya dan tidak butuh saran dan masukan dari orang lain. Mereka mengabaikan peringatan. Mereka tidak peduli pada kecaman. Artinya menganggap hal yang biasa saja terjadi. Mereka cuek saja/acuh saja. Mereka tidak merasa takut kepada segala peristiwa yang terjadi. Apakah itu musibah alam; gempa bumi, tanah longsor, tsunami, kecelakaan pesawat, dan sebagainya. Mereka tidak melihat itu sebagai peringatan TUHAN.  Mereka tidak Percaya kepada TUHAN. Tetapi percaya kepada dewa-dewa. Dan mengandalkan mereka sebagai pemberi berkat. Mereka tidak menghadap kepada Allah tetapi menghadap dan menyembah berhal-berhala. Itulah keadaan yang sesungguhnya, yang dialami nabi Zefanya.
Lalu seperti apakah keadaan kita hari ini? Bukankah semua itu juga yang terjadi hari ini? Bukankah sekarang orang Kristen tidak mendengar teguran, nasihat, cuek, acuh tak acuh dengan persekutuan, tidak percaya kepada Tuhan, tetapi mengandalkan kekuatan sendiri dan tidak lagi menyembah TUHAN?. Bukankah orang Kristen hari ini lebih percaya kepada dukun-dukun dan ketahyulan? Bahkan diantara kitapun ada yang masih mengandalkan dukun-dukun dan percaya kepada ketahyulan. Tetapi bagaimanakah dengan kita sendiri? Adakah ketaatan itu dalam hidupmu? Dan apakah engkau hanya menyembah TUHAN saja.
Selain keadaan hidup umat Allah secara umum. Secara khusus keadaan hidup para pemimpin yang harusnya menjadi sosok yang di harapkan seperti Pemuka, Hakim, nabi dan Imam juga sudah berpaling dari Tuhan. Para pemuka tidak lagi berada di tengah-tengah umat Tuhan sebagai sosok yang selalu memberi keteladanan. Tetapi mereka menjadi Singa yang mengaum. Kehadiran mereka dengan suaranya tidak lagi memberi kesejukan tetapi mereka menjadi sosok yang sangat menakutkan. Betapa tidak kerjanya memanfaatkan umat Tuhan untuk kepentingan-kepentingan mereka. Para hakim menjadi Serigala yakni menjadi sosok yang tidak lagi mengutamakan keadilan. Mereka melakukan korupsi dan menerima suap. Mereka memeras dan menguras harta benda orang hingga ludes. Mereka serigala pada waktu malam yang tidak meninggalkan apa pun sampai pagi hari. Begitu rakusnya mereka sehingga tidak ada yang tersisa. Para nabi menjadi ceroboh dan pengkhanat. Mereka tidak lagi menyampaikan Firman sebagaimana TUHAN perintahkan kepada mereka. Mereka memutarkan balikkan Kebenaran itu. Sebab ketenaran dan popularitas jauh lebih penting bagi mereka. Mereka mencari kesenangan manusia dan bukan kesenangan Allah. Demikian juga para Imam mereka menajiskan apa yang kudus dan memperkosa hukum Torat. Artinya para Imam menyembah Baal dan Molokh yang adalah kekejian bagi Tuhan. Dan tidak lagi beribadah kepada Tuhan sesuai perintah Tuhan kepada umat-Nya. Zefanya mengalami kemerosotan moral yang luar biasa. Dia bekerja dalam kondisi yang tidaklah mudah. bayangkan jika kita melayani dalam kondisi seperti itu? Mungkinkah kita bertahan?
Saudara-saudaraku, bila kita melihat keadaan yang berlangsung hari ini sesungguh tidak berbeda dengan keadaan yang dihadapi nabi Zefanya. Para pemimpin Kristen hari ini juga seperti yang di tulis nabi Zefanya disini. Mereka menjadi pemimpin yang hanya memanfaatkan umat TUHAN untuk kepentingan mereka, mereka hidup dalam Korupsi, mereka tidak melayani Firman sesuai dengan perintah Tuhan dan hidup dalam pelbagai kejahatan. Karena itu pelbagai kata-kata sindiran muncul seperti percuma dia Kristen, pendeta, Guru Injil dan sebagainya.
Saudara-saudaraku yang kekasih, Mari kita lihat apakah tindakan Tuhan terhadap keadaan yang seperti itu?  Ayat 5-8 menegaskan bahwa Tuhan yang adil; yang telah mengaruniakan segala sesuatu kepada umat-Nya. Tetapi umat-Nya tidak pernah belajar akan berbenah diri dan bertobat. Maka sama seperti Ia membinasakan bangsa-bangsa lain itu demikianlah Ia akan membinasakan mereka. Ayat 8 mengatakan; Oleh karena itu tunggulah Aku -- demikianlah firman TUHAN -- pada hari Aku bangkit sebagai saksi. Sebab keputusan-Ku ialah mengumpulkan bangsa-bangsa dan menghimpunkan kerajaan-kerajaan untuk menumpahkan ke atas mereka geram-Ku, yakni segenap murka-Ku yang bernyala-nyala, sebab seluruh bumi akan dimakan habis oleh api cemburu-Ku." Artinya TUHAN akan membalas kejahatan umat-Nya. Ia akan datang sendiri menghukum umat-Nya. Sebab itu saudara-saudaraku pergunakanlah waktu yang ada. Dan pakailah kesabaran TUHAN sebagai kesempatan bagi kita untuk bertobat. Karena yang TUHAN kehendaki dari kita semua adalah hidup menurut FIRMANNYA; Yang TUHAN kehendaki adalah pertobatan. Itulah sebabnya Ia telah menguduskan kita di dalam Yesus Kristus dan berkat-Nya berlimpah atas kita dalam hidup ini. Tuhan mau agar kita terus belajar dan hidup takut akan Dia! Untuk itu mari kita  memohon kepada-Nya:
Ajar aku, oleh RohMu, jalan-jalanMu, TUHAN!
        Tunjuklah lorong-lorongMu supaya kuberjalan dalam kebenaranMu, bimbinglah aku, S'lamatku!
        Aku bernanti-nanti Engkaulah sepanjang hari!

Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar