Rabu, 25 Oktober 2017



Waingapu, 03 September 2017
Baca                : Injil Yohanes. 5 : 1 – 18
Nas                  : Injil Yohanes. 5 : 1 – 9

Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Nas kita dalam kebaktian ini di jelaskan tentang penyembuhan orang lumpuh di kolam Betesda. Nama "Betesda" berarti "rumah kemurahan" atau "rumah anugerah" ("bet" artinya "rumah"). Dalam bahasa Ibrani maupun Aram kata ini dapat juga berarti "malu, dipermalukan". Di kolam Betesda ini ada lima serambi dan pada serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit artinya ada begitu banyak orang sakit yang berbaring di sana. Dan ini adalah kondisi/keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan dan sangat menyedihkan. Di satu sisi Yerusalem di penuhi sukacita dan keceriahan oleh orang-orang yang datang merayakan hari raya. Keramaian orang banyak ada memenuhi Yerusalem. Tetapi di sisi lain di Betesda ada air mata yang menetes; ada hati yang terluka, ada pergumulan yang besar; disana tidak ada sukacita dan keceriaan. Disana orang masing-masing bergumul dengan penderitaan sakit yang di alaminya. Itulah situasi ketika itu! Lalu bagaimanakah keadaan hidup orangg-orang Kristen masa kini?
Hari ini masing-masing sibuk dengan kepentingannya; dimana-mana ada pesta yang di barengi musik dan sebagaiya. Tetapi bersamaan dengan keadaan itu di luarsana ada begitu banyak orang yang melarat, yang sesungguhnya membutuhkan sesuap nasi. Begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Tetapi kepedulian dan kemurahan orang terhadap sesamanya telah terkikis. Begitu tega kita, untuk tidak mau tahu dengan keadaan mereka. Seakan-akan kita mengatakan siapa suruh mereka melarat?. Bukankah mereka juga ada tangan? Hidup kita begitu jauh dari kemurahan. Tidak ada kemurahan lagi dalam hidup kita. Begitu memalukan hidup orang-orang kristen itu. Sebab seharusnya hidup kita menjadi rumah kemurahan bagi mereka yang menderita tetapi ternyata tidak. Orang kristen tidak menjadi orang-orang Murah hati lagi tetapi menjadi orang-orang kikir/pelit. Mereka tidak menjadi Betesda tetapi menjadi orang-orang yang Egois. Bagaimanakah dengan saudara saat ini? Benarkah engkau memiliki Kemurahan dalam hidup ini? Perhatikanlah apa yang sedang engkau lakukan saat ini.
Saudara-saudara yang kekasih, untuk apa orang-orang sakit itu berkumpul di Betesda? Kita membaca dalam ayat 3-4 dimana d jelaskan bahwa mereka semua disana menantikan goncangan air kolam itu. Goncangan air kolam itu diyakini memberi kesembuhan. Air kolam itu bergoncang disebabkan seorang malaikat Tuhan yang turun ke dalam air itu. Dan setiap orang yang terdahulu masuk pada waktu air kolam itu goncang pasti sembuh apapun juga penyakitnya. Dan tentunya mereka semua yang ada berbaring karena sakit di lima serambi itu berharap akan mendapat kemurahan. Paling tidak berharap mereka di sembuhkan dari penyakitnya. Tetapi siapakah yang bermurah hati? Yang membantu menolong mereka dan yang siap mengalah dan membiarkan orang lain lebih dulu masuk? Untuk mendapat kesembuhan adalah bukan hal yang mudah. Sebab masing-masing orang-orang sakit yang ada diserambi itu harus berusaha menjadi yang terdahulu masuk dalam air itu. Dan orang-orang sehat yang membawa keluarganya pasti akan berjuang menjadi yang pertama masuk dalam kolam itu. Dan kita tidak membaca bahwa ada orang yang rela membantu orang-orang sakit itu. Begitu menyedihkan keadaan seperti itu. Bukankah orang Kristen itu belajar untuk bermurah hati? Hari ini kemurahan benar-benar telah terkikis. Coba lihat apa yang ada di Rumah sakit; apa terjadi dengan tenaga medis dan sebagainya. Adakah kemurahan kita temukan di sana?
Saudara-saudara yang kekasih, Entah berapa lama mereka ada disana. Kita tidak tahu. Orang yang baru datang bisa menjadi orang terdahulu. Tetapi Allah masih berkenan menunjukkan kemurahan-Nya dengan menyembuhkan mereka; bahkan menghadirkan Yesus Kristus sebagai wujud dari kemurahan Allah yang terbesar. Dan Yohanes menulis dalam Injilnya bahwa Yesus adalah Betesda bagi kita semua. Yesus menjadi Betesda bagi orang yang sudah 38 tahun lumpuh, yang kala itu ada di serambi Betesda. 38 tahun bukanlah masa yang singkat. Tidak bisa di bayangkan penderitaan yang dialami orang lumpuh itu. Jangankan seminggu beberapa hari saja kita sudah tidak bisa tahan. Begitu memprihatinkan dan sangat  menyedihkan kondisinya. Semua hartanya mungkin sudah habis untuk mencari kesembuhan. Pertanyaannya; adakah orang yang punya hati yang mau menolong atau membantunya? Mengapa orang tidak tergerak hatinya untuk membantu orng lumpuh ini?
Dalam keadaan itu semangatnya dan harapannya untuk sembuh belum pudar. Keinginan yang besar untuk mendapat kesembuhan terlihat dalam jawabannya atas pertanyaan Yesus. Ia ingin sekali mendapat kesembuhan; tetapi siapa yang bermurah hati untuk membawanya ke kolam itu? Dalam pasal ini Yohanes menegaskan bahwa yang bisa menolongnya dan bermurah hati hanya  Yesus saja. Hanya Yesus yang punya mata yang dapat melihat dengan penuh belaskasihan; hanya Dia yang mengerti dan memahami penderitaannya. Dan juga memahami penderitaan kita umat-Nya. Hanya Dia saja yang peduli akan kesusahan kita. Dan karena itu Ia pasti menolong kita.
Lalu apakah yang di lakukan Yesus terhadap orang lumpuh itu. Dia hanya mengatakan; bangunlah, angkatlah tilammu (tempat tidur) dan berjalanlah. Disini Yesus tidak menjamah orang lumpuh itu. Yesus tidak perlu membantunya belajar berdiri dan berjalan. Sebab Dia punya kuasa untuk melakukannya. Secara otomatis otot-otot dan semua saraf kaki yang tadinya tidak berfungsi sekarang telah berfungsi kembali. Bangunlah, Angkatlah tilammu dan berjalanlah. Itulah perintah Yesus kepadanya. Dan bila Yesus memerintahkan maka tidak perlu bertanya; bagaimana saya bisa berjalan? Bagaimana mungkin itu bisa di lakukan? Yang ada lakukan seperti yang di perintahkan-Nya. Dan kita melihat orang lumpuh itu tidak bertanya seperti itu. Ia langsung melakukan sesuai perintah Yesus kepadanya. Dan Tidak perlu proses, tidak perlu waktu yang lama. Bagi Yesus tidak ada yang mustahil. Dalam perkenanan-Nya semua pasti akan terjadi
Saudara-saudara yang kekasih dikala kita dalam keadaan terpuruk sekalipun. Dimana kita sama sekali tidak berdaya oleh penderitaan atau peristiwa yang sedang kita alami dalam hidup ini. Jangan lupa bahwa Yesus sanggup melepaskanmu dari keterpurukanmu. Mata-Nya penuh dengan belaskasihan. Dan engkau pasti akan mendapat belaskasihan itu. Bagi sebagian orang apa yang engkau alami adalah sudah menjadi pemandangan yang biasa. Dan kalaupun orang punya belaskasihan orang tidak punya kuasa untuk melakukannya. Sebab itu jangan berharap dan bersandar pada kekuatan yang kita miliki; Jangan bersandar kepada manusia dan harta. Sebab itu tidak mungkin bisa melepaskanmu dari kesukaran yang engkau alami. Hanya Yesus yang bisa melepaskanmu; karena Dia peduli, mengerti dan berkuasa untuk melakukannya. KuasaNya yang memberi kesembuhan dan bukan Air dalam Kolam Betesda itu. Kolam Betesda tidak menjamin akan kesembuhan. Sebab Betesda yang sesungguhnya adalah Yesus. Dia adalah rumah kemurahan/belaskasihan bagi kita. Didalam Dia kita pasti tenang betapa tidak sebab Ia peduli padamu dan karena itu Ia datang menemui engkau. Maukah engkau sembuh? Maukah engkau keluar dari kesusahanmu? Maukah.....Pertanyaan yang begitu menggugah hati kita. Dan semua pasti akan menjawab Yesus; kami mau TUHAN. Untuk itu dengarkanlah apa yang dikatakannya dan lakukan seperti yang di perintahkan-Nya. Maka engkau pasti akan hidup.

Amin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar