Waingapu, 03 September 2017
Baca : Injil Yohanes. 5 : 1 – 18
Nas : Injil Yohanes. 5 : 1 – 9
Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Nas
kita dalam kebaktian ini di jelaskan tentang penyembuhan orang lumpuh di kolam
Betesda. Nama "Betesda" berarti "rumah
kemurahan" atau "rumah anugerah" ("bet" artinya
"rumah"). Dalam bahasa Ibrani maupun Aram kata ini dapat juga
berarti "malu, dipermalukan". Di kolam Betesda ini ada lima serambi
dan pada serambi-serambi itu berbaring sejumlah besar orang sakit artinya ada
begitu banyak orang sakit yang berbaring di sana. Dan ini adalah
kondisi/keadaan yang sangat-sangat memprihatinkan dan sangat menyedihkan. Di
satu sisi Yerusalem di penuhi sukacita dan keceriahan oleh orang-orang yang
datang merayakan hari raya. Keramaian orang banyak ada memenuhi Yerusalem.
Tetapi di sisi lain di Betesda ada air mata yang menetes; ada hati yang
terluka, ada pergumulan yang besar; disana tidak ada sukacita dan keceriaan. Disana
orang masing-masing bergumul dengan penderitaan sakit yang di alaminya. Itulah
situasi ketika itu! Lalu bagaimanakah keadaan hidup orangg-orang Kristen masa
kini?
Hari ini
masing-masing sibuk dengan kepentingannya; dimana-mana ada pesta yang di
barengi musik dan sebagaiya. Tetapi bersamaan dengan keadaan itu di luarsana
ada begitu banyak orang yang melarat, yang sesungguhnya membutuhkan sesuap
nasi. Begitu banyak orang yang membutuhkan pertolongan. Tetapi kepedulian dan
kemurahan orang terhadap sesamanya telah terkikis. Begitu tega kita, untuk tidak
mau tahu dengan keadaan mereka. Seakan-akan kita mengatakan siapa suruh mereka
melarat?. Bukankah mereka juga ada tangan? Hidup kita begitu jauh dari
kemurahan. Tidak ada kemurahan lagi dalam hidup kita. Begitu memalukan hidup
orang-orang kristen itu. Sebab seharusnya hidup kita menjadi rumah kemurahan
bagi mereka yang menderita tetapi ternyata tidak. Orang kristen tidak menjadi
orang-orang Murah hati lagi tetapi menjadi orang-orang kikir/pelit. Mereka
tidak menjadi Betesda tetapi menjadi orang-orang yang Egois. Bagaimanakah
dengan saudara saat ini? Benarkah engkau memiliki Kemurahan dalam hidup ini?
Perhatikanlah apa yang sedang engkau lakukan saat ini.
Saudara-saudara
yang kekasih, untuk apa orang-orang sakit itu berkumpul di Betesda? Kita
membaca dalam ayat 3-4 dimana d jelaskan bahwa mereka semua disana menantikan
goncangan air kolam itu. Goncangan air kolam itu diyakini memberi kesembuhan.
Air kolam itu bergoncang disebabkan seorang malaikat Tuhan yang turun ke dalam
air itu. Dan setiap orang yang terdahulu masuk pada waktu air kolam itu goncang
pasti sembuh apapun juga penyakitnya. Dan tentunya mereka semua yang ada
berbaring karena sakit di lima serambi itu berharap akan mendapat kemurahan.
Paling tidak berharap mereka di sembuhkan dari penyakitnya. Tetapi siapakah
yang bermurah hati? Yang membantu menolong mereka dan yang siap mengalah dan
membiarkan orang lain lebih dulu masuk? Untuk mendapat kesembuhan adalah bukan
hal yang mudah. Sebab masing-masing orang-orang sakit yang ada diserambi itu harus
berusaha menjadi yang terdahulu masuk dalam air itu. Dan orang-orang sehat yang
membawa keluarganya pasti akan berjuang menjadi yang pertama masuk dalam kolam
itu. Dan kita tidak membaca bahwa ada orang yang rela membantu orang-orang
sakit itu. Begitu menyedihkan keadaan seperti itu. Bukankah orang Kristen itu
belajar untuk bermurah hati? Hari ini kemurahan benar-benar telah terkikis.
Coba lihat apa yang ada di Rumah sakit; apa terjadi dengan tenaga medis dan
sebagainya. Adakah kemurahan kita temukan di sana?
Saudara-saudara
yang kekasih, Entah berapa lama mereka ada disana. Kita tidak tahu. Orang yang
baru datang bisa menjadi orang terdahulu. Tetapi Allah masih berkenan menunjukkan
kemurahan-Nya dengan menyembuhkan mereka; bahkan menghadirkan Yesus Kristus
sebagai wujud dari kemurahan Allah yang terbesar. Dan Yohanes menulis dalam
Injilnya bahwa Yesus adalah Betesda bagi kita semua. Yesus menjadi Betesda bagi
orang yang sudah 38 tahun lumpuh, yang kala itu ada di serambi Betesda. 38
tahun bukanlah masa yang singkat. Tidak bisa di bayangkan penderitaan yang
dialami orang lumpuh itu. Jangankan seminggu beberapa hari saja kita sudah
tidak bisa tahan. Begitu memprihatinkan dan sangat menyedihkan kondisinya. Semua hartanya mungkin
sudah habis untuk mencari kesembuhan. Pertanyaannya; adakah orang yang punya
hati yang mau menolong atau membantunya? Mengapa orang tidak tergerak hatinya
untuk membantu orng lumpuh ini?
Dalam keadaan
itu semangatnya dan harapannya untuk sembuh belum pudar. Keinginan yang besar
untuk mendapat kesembuhan terlihat dalam jawabannya atas pertanyaan Yesus. Ia ingin
sekali mendapat kesembuhan; tetapi siapa yang bermurah hati untuk membawanya ke
kolam itu? Dalam pasal ini Yohanes menegaskan bahwa yang bisa menolongnya dan
bermurah hati hanya Yesus saja. Hanya
Yesus yang punya mata yang dapat melihat dengan penuh belaskasihan; hanya Dia
yang mengerti dan memahami penderitaannya. Dan juga memahami penderitaan kita umat-Nya.
Hanya Dia saja yang peduli akan kesusahan kita. Dan karena itu Ia pasti
menolong kita.
Lalu apakah
yang di lakukan Yesus terhadap orang lumpuh itu. Dia hanya mengatakan; bangunlah,
angkatlah tilammu (tempat tidur) dan berjalanlah. Disini Yesus tidak menjamah
orang lumpuh itu. Yesus tidak perlu membantunya belajar berdiri dan berjalan. Sebab
Dia punya kuasa untuk melakukannya. Secara otomatis otot-otot dan semua saraf
kaki yang tadinya tidak berfungsi sekarang telah berfungsi kembali. Bangunlah, Angkatlah
tilammu dan berjalanlah. Itulah perintah Yesus kepadanya. Dan bila Yesus
memerintahkan maka tidak perlu bertanya; bagaimana saya bisa berjalan?
Bagaimana mungkin itu bisa di lakukan? Yang ada lakukan seperti yang di
perintahkan-Nya. Dan kita melihat orang lumpuh itu tidak bertanya seperti itu.
Ia langsung melakukan sesuai perintah Yesus kepadanya. Dan Tidak perlu proses,
tidak perlu waktu yang lama. Bagi Yesus tidak ada yang mustahil. Dalam
perkenanan-Nya semua pasti akan terjadi
Saudara-saudara
yang kekasih dikala kita dalam keadaan terpuruk sekalipun. Dimana kita sama sekali
tidak berdaya oleh penderitaan atau peristiwa yang sedang kita alami dalam
hidup ini. Jangan lupa bahwa Yesus sanggup melepaskanmu dari keterpurukanmu. Mata-Nya
penuh dengan belaskasihan. Dan engkau pasti akan mendapat belaskasihan itu.
Bagi sebagian orang apa yang engkau alami adalah sudah menjadi pemandangan yang
biasa. Dan kalaupun orang punya belaskasihan orang tidak punya kuasa untuk
melakukannya. Sebab itu jangan berharap dan bersandar pada kekuatan yang kita miliki;
Jangan bersandar kepada manusia dan harta. Sebab itu tidak mungkin bisa
melepaskanmu dari kesukaran yang engkau alami. Hanya Yesus yang bisa
melepaskanmu; karena Dia peduli, mengerti dan berkuasa untuk melakukannya.
KuasaNya yang memberi kesembuhan dan bukan Air dalam Kolam Betesda itu. Kolam
Betesda tidak menjamin akan kesembuhan. Sebab Betesda yang sesungguhnya adalah
Yesus. Dia adalah rumah kemurahan/belaskasihan bagi kita. Didalam Dia kita
pasti tenang betapa tidak sebab Ia peduli padamu dan karena itu Ia datang
menemui engkau. Maukah engkau sembuh? Maukah engkau keluar dari kesusahanmu?
Maukah.....Pertanyaan yang begitu menggugah hati kita. Dan semua pasti akan
menjawab Yesus; kami mau TUHAN. Untuk itu dengarkanlah apa yang dikatakannya
dan lakukan seperti yang di perintahkan-Nya. Maka engkau pasti akan hidup.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar