Rabu, 25 Oktober 2017

Khotbah Yohanes. 15: 1- 8



Maudjawa, 15 Oktober 2017
Perjamuan Malam TUHAN yang Kudus
Pengakuan Percaya atas nama Antonetha Tudu

 Injil Yohanes.15 : 1 – 8

Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam perikop ini Yesus menyebut diri-Nya Pokok Anggur yang Benar. Benar  disini berarti asli, sejati, bukan tiruan atau palsu. Selain dari Yesus bukanlah pokok anggur yang benar. Orang Israel sebagai umat TUHAN seringkali di lukiskan juga sebagai pokok Anggur tetapi Israel tidak menjadi pokok yang benar. Sebab Israel dalam hidupnya selalu memberontak dan tidak setia kepada TUHAN. Dalam kitab Yesaya dan Yeremia Israel di sebut sebagai tanaman anggur yang rusak dan membusuk.
Yes. 5:2 Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan
pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Lih. Dari ayat 1-7; 27:2 – 6
Yer. 2:21 Namun Aku telah membuat engkau tumbuh sebagai pokok anggur pilihan, sebagai benih yang sungguh murni. Betapa engkau berubah menjadi pohon berbau busuk, pohon anggur liar!
Yeh. 15: 1-8; 17: 5-10; 19:10 – 14; Maz.80:9-16
Meskipun ALLAH sendiri telah mencangkul, membuang batu-batu, membuatnya tumbuh sebagai pokok anggur pilihan tetapi yang di hasilkan ialah buah anggur asam dan Israel malah menjadi pohon berbau busuk dan pohon anggur liar. Israel menjadi Anggur yang asam dan itu sangat berbahaya bagi tubuh; tidak saja menyebabkan rasa tidak enak di mulut tetapi juga menyebabkan perut sakit. Demikian juga dengan pohon Anggur yang berbau busuk bukan saja menyebabkan rasa tidak nyaman bagi pernafasan tapi bau busuk juga menyebabkan rasa mual, dan sakit lainnya. Dan selain dari itu Israel juga di sebut pohon anggur liar. Artinya kelihatannya seperti anggur tetapi sesungghnya tidak. Israel tidak lagi menjadi Pohon anggur yang memberi banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Tidak lagi memberi perlindungan pada tubuh dari kerusakan kolestrol jahat, tidak lagi mencegah terjadinya berbagai jenis kanker, mengurangi kaki yang terasa berat, lelah, tegang, nyeri dan kesemutan; tidak lagi membantu menormalkan tekanan darah; mengurangi stress; resiko Diabetes; melindungi retina mata; memperlambat penuaan dan sebagainya. Umat TUHAN tidak lagi menjadi berkat bagi sesamanya; mereka tidak setia, tidak taat dan memberontak kepada TUHAN. Mereka tidak lagi menyenangkan hati TUHAN. Tetapi sebaliknya mereka menyebabkan TUHAN sakit hati.
Pertanyaannya bagaimanakah dengan hidupmu saat ini. Adakah kita berbeda dari umat TUHAN? Adakah hidup kita menyenangkan hati TUHAN? Perhatikanlah bagaimana kita hidup saat ini!  Hidup kita tentu tidak berbeda dari orang Israel!
Tetapi kita bersyukur karena Yesus menyatakan kepada kita bahwa:
1.      Ialah Pokok anggur yang benar itu. Di luar Dia tidak ada yang baik dan benar.
2.      Bapa-Nya adalah Pengusahanya. Dan apa juga yang di lakukan ALLAH. Semua itu kita baca dalam ayat-ayat selanjutnya.
3.      Dan Kitalah Carang-carang/ranting-rantingnya
Saudara-saudara yang kekasih, mari kita memperhatikan apa yang di katakan Yesus tentang ranting-ranting itu. Kita melihat ada dua macam ranting yang di sebut Yesus di sini. Yang pertama ranting yang tidak berbuah dan ranting yang berbuah.
Yang pertama tentang ranting yang tidak berbuah Yesus mengatakan bahwa ranting itu akan di Potong oleh Bapa-Nya. Ay 2 dan ayat 6 mengatakan akan di kumpul dan di bakar. Itulah yang akan di lakukan pada ranting yang tidak berbuah dan yang tidak tinggal di dalam Kristus. Siapakah yang di maksudkan disini dengan yang tidak berbuah dan yang tidak tinggal dalam Kristus itu? Mereka itu yang tidak mau bertobat, tetapi yang terus mengeraskan hatinya; yang terus menghina Allah dengan hidupnya; mereka yang menolak Firman-Nya; yang menolak didikan dari Firman-Nya; mereka yang menyisihkan/tidak menghiraukan lagi persekutuan dan seterusnya akan di potong oleh Allah dan di buang keluar lalu di kumpul dan di bakar.
Tetapi kapan itu terjadi, kapan pemotongan itu di lakukan Allah dan kapan hal di buang keluar itu dilakukan? Hari ini pelbagai peringatan di beri kepada kita. Baik melalui kejadian alam seperti Gempa bumi, Tsunami dan angin puting beliung yang terjadi di beberapa negara di dunia ini maupun melalui kelaparan, peperangan, penyakit dan sebagainya. Semua itu di beri TUHAN sebagai Kesempatan yang kita harus pergunakan sebaik-baiknya. Sebab itu adalah kesabaran TUHAN yang di beri untuk kita bertobat. Dan kelak setiap orang yang tidak mau bertobat akan di kerat dan di pisahkan lalu di hukum dalam api kekal itu.
Tetapi pada ranting yang berbuah akan di bersihkan supaya ia lebih banyak berbuah. Daun-daun yang gugur dan kotoran yang ada akan di berssihkan. Sebab semua itu sangat mengganggu dan berpegaruh pada perkembangan dan pertumbuhan ranting-ranting yang berbuah itu. Jadi harus di bersihkan. Artinya kita semua harus menyadari bahwa buah-buah yang baik dari percaya itu harus kita akui saat ini masih di cemari oleh pelbagai hal yang kotor dan najis. Hidup orang Kristen harus terus menerus di bersihkan dari dusta; dari kata-kata kotor; dari kepercayaan tahyul; dari hal-hal kekafiran. Jika tidak akan berpengaruh pada buah kasih, kebaikan, kesetiaan, kelemah lembutan dan seterusnya. Ingat kata Paulus sedikit ragi mengkhamiri seluruh adonan. Ingat jika dokter tidak membersihkan dengan baik penyakit yang ada dalam tubuh kita maka pasti akan timbul lagi penyakit yang sama bahkan mungkin lebih berbahaya lagi. Kita harus di bersihkan dari semuanya itu! Bila tidak kita tidak berbuah banyak. Kehidupan kita menjadi merana dan banyak orang pasti tidak akan mendapat berkat dari hidup kita.
Bagaimana pembersihan itu di lakukan? Yesus mengatakan bahwa Ia sudah membersihkan murid-murid–Nya dengan Firman itu. Dimana Ia selalu menasihati mereka, menegur dan memperingatkan mereka. Kitapun di bersihkan dengan cara seperti itu. Terkadang pembersihan yang di lakukan enak dan menyenangkan tetapi terkadang menyakitkan. Firman TUHAN yang di sampaikan di satu sisi kedengaran lembut tetapi disisi lain kedengaran keras dan menyakitkan. Terkadang kita harus di tegur di depan umum seperti Yesus menegur Petrus. Terkadang kita harus mengalami seperti kita menjalani Operasi. Seperti seorang Pasien yang di vonis karena suatu penyakit yang mengharuskan dia di operasi. Dia harus siap menanggung rasa sakit karena pisau operasi harus membelah bagian tubuhnya. Jangan takut dan jangan menjadi seperti Yudas iskariot yang akhirnya karena tidak mau di peringatkan pergi dan meninggalkan persekutuan dengan Yesus dan murid-murid itu.
Karena itu biarkanlah Firman itu membersihkan engkau dan tinggallah di dalam Kristus supaya engkau dapat berbuah banyak. Jangan cuek dengan pemberitaan Firman itu dan jangan memisahkan diri dan menarik diri; atau berada di luar Kristus. Karena satu-satunya jaminan kita bisa berbuah atau tidak bila kita tinggal di dalam Kristus dan membiarkan kita di bersihkan oleh Firman-Nya. Jadi jangan karena kesibukan duniawi seperti karena belajar, karena bekerja, karena mengurus keluarga dan anak, dan sebagainya, atau karena penderitaan kita menarik diri dari persekutuan itu.
Memang tidak mudah untuk tetap berada dalam Kristus dan dalam persekutuan itu. Sebab begitu berat tantangan dan begitu besar godaan yang kita hadapi. Persoalan ekonomi, keuangan, makan dan minum dan sebagainya membuat kita harus memilih. Terkadang kita harus menarik diri dari Kristus. Akan tetapi Yesus menyuruh kita; mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”. Artinya kita di nasihati Yesus untuk berdoa. Karena itu pertanyaannya sudahkah saudara berdoa dengan benar untuk semua persoalanmu? Sudahkah engkau berdoa untuk kesibukan-kesibukanmu supaya Ia memberi jalan keluar? Allah mau bahwa Ia di permuliakan dalam hidup kita. Karena itu Tinggallah di Dalam Kristus dan biarkanlah Firman itu membersihkan hidupmu serta Bertekunlah dalam Doa kepada-Nya.

Amin


Tidak ada komentar:

Posting Komentar