Jumat, 22 September 2017

Renungan



Waingapu, 10 September 2017
Nas : Lukas. 19: 1 – 10

Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Cerita tentang Zakheus adalah salah satu cerita yang sangat terkenal. Bukan saja karena cerita ini begitu menarik perhatian tetapi lebih dari itu pesan-pesan yang tersirat di dalamnya begitu menggugah hati kita; bahwa begitu berarti bagi Zakheus pertemuan dengan Yesus itu. Pertemuan yang sungguh membawa perubahan secara totalitas dalam kehidupan Zakheus.
Tetapi siapakah Zakheus ini sebenarnya? Apakah pekerjaannya? Dan apakah yang terjadi setelah ia bertemu Yesus? Adalah pertanyaan-pertanyaan perenungan bagi kita. Tentu kita harus mengenal Zakheus; siapakah Zakheus itu sebelum mengenal Yesus? Dan siapakah Zakheus itu setelah mengenal Yesus?
Zakheus sendiri berarti  suci. Nama Zakheus diambil dari nama Zakchaios, atau “zakkay”. Zakheus tinggal di kota Yerikho. Yerikho adalah suatu kota yang terletak di sebelah Timur Yerusalem, dan berada dekat dengan sungai Yordan. Pada Jaman Yosua kota Jerikho adalah sebuah kota yang di kenal sebagai kota benteng yang terkuat tetapi dengan cara TUHAN kota itu dapat di rubuhkan dengan mudah (Yos 6:13-16). Tetapi selain dari peristiwa ini di Yerikho ada beberapa peristiwa penting yang kita tahu seperti; Dalam Lukas. 10. Dalam Perumpamaan tentang orang Samaria yang murah itu di singgung tentang Yerikho. Juga dalam Lukas 18:35-43 di jelaskan tentang penyembuhan seorang Buta yang ada di Yerikho. Dan dalam pasal 19 ini di jelaskan tentang Zakheus.
Zakheus bukan hanya pemungut cukai tetapi kepala pemungut Cukai. Dan dia menjadi seorang yang kaya. Tetapi menarik yang harus kita ketahui jika masa kita sekarang orang yang punya jabatan seperti Zakheus sangat di hormati dan di segani. Tetapi pada waktu itu orang yang mengemban tugas sebagai pemungut cukai apaah itu kepala atau bawahan sangat-sangat di benci oleh umat TUHAN. Bahkan masuk dalam kategori orang berdosa. Dan istilah orang berdosa berarti orang yang pasti masuk neraka. Ada dua alasan mengapa pemungut cukai sangat di benci dan di sebuat orang berdosa;
Yang pertama pemungut cukai menarik/mengambil uang lebih daripada yang seharusnya. Dan pada masa kita sekarang itu sama dengan Koruptor; yang mengambil/menarik uang yang bukan mereka punya. Jadi bisa di mengerti kenapa mereka yakni pemungut cukai itu di benci orang. Sebab sama seperti kita sekarang membenci para Koruptor demikian juga umat Tuhan saat itu.
Yang kedua karena pemungut cukai bekerja sama dengan penjajah yakni bangsa Romawi. Dan karena itu para pemungut cukai dianggap sebagai pengkhianat bangsa. Karena itu tidak heran jika mereka di benci orang. Tidak heran jika orang tidak bergaul dengan mereka. Sebagai pemungut cukai Zakheus mengalami penolakan dari umat Allah. Bahkan mereka yang bergaul dengan para pemungut cukai juga mengalami penolakan. Termasuk Yesus sendiri mengalami penolakan. Ia di kritik dan di kecam karena duduk makan bersama dengn para pemungut cukai.
Saudara-saudara yang kekasih, bagaimanakah dengan saudara dan keseharian saudara sendiri? Apakah hidup saudara berbeda dari Zakheus? Jika Zakheus dan para pemungut cukai lainnya di benci karena mengambil apa yang bukan milik dan hak mereka dan berkhianat terhadap bangsanya? Kita harus mengakui bahwa kita sering mengambil apa yang tidak menjadi milik atau hak kita. Orang tua mengambil apa yang menjadi hak anak-anaknya. Guru-guru dan pemerintah juga demikian terhadap murid dan masyarakat.  Sebagai anak-anak TUHAN kita sering mengambil milik TUHAN. Lalu memperkaya diri sendiri dengan apa yang bukan milik kita. Yang kedua mungkin kita tidak korupsi seperti Zakheus tetapi kita sering korupsi waktu. Korupsi waktu ke gereja, waktu PA dan sebagainya.
Saudara-saudara yang kekasih, tetapi meskipun Zakheus mengalami penolakan dia punya keinginan yang besar untuk berjumpa dengan Yesus. Ia mau melihat dan mengenal siapakah Yesus itu. Meski banyak orang dan tubuhnya pendek ia berlari mendahului orang banyak dan memanjat pohon ara. Ia berusaha sekuat tenaga. Tanpa menghiraukan harga diri sebagai seorang kepala. Dia tidak merasa malu memanjat pohon ara. Keterbatasan dan kekurangannya tidak membuat Zakheus minder, putus asa dan tidak berdaya. Dalam hatinya hanya ada ini; Asal aku bisa melihat Yesus itu.
Tetapi bagaimana Zakheus bisa memiliki Keinginan yang mulia seperti itu? Zakheus tentu sudah mendengar berita-berita tentang Yesus. Dia sudah mendengar apa yang dilakukan Yesus. Mungkin dia sudah mendengar bahwa Yesus tidak seperti orang lain yang menolak keberadaan mereka. Berita-berita tentang Yesus itulah yang di kerjakan Roh Kudus dihatinya membuat Zakheus termotivasi untuk berjumpa dengan Yesus.
Saudara-saudara yang kekasih; keterbatasan dan kekurangan yang kita miliki sering membuat kita tidak berdaya. Perasaan Gengsi, malu, sibuk dalam tugas dan urusan lainnya sering membuat kita tidak bisa berjumpa dengan Yesus. Kita tidak mampu mendobrak penghalang-penghalang yang membuat kita tidak bisa bersekutu bersama, tidak bisa berdoa bersama, tidak bisa ibadah bersama dan sebagainya. Kita tidak datang gereja, PA, Kamper, dan sebagainya bukan saja karena sakit. Tetapi sibuk dengan tugas, tidak ada baju Gereja, gengsi, malu karena ini dan itu. Apakah yang terjadi jika Zakheus Gengsi dan malu karena merasa tidak ada harga diri dan tidak terhormat memanjat pohon ara? Pasti ia tidak bisa berjumpa dengan Yesus. Dan tentu seperti itu juga terjadi dengan kita bila kita Malu dengan keadaan kita dan bahkan jika kita gengsi. Kita tidak akan bisa berjumpa dengan Yesus bila kita malu dan gengsi untuk berdoa, beribadah, menyanyi dan bersekutu bersama-sama. Jangan malu karena engkau harus beribadah dengan orang kecil; atau karena engkau bersama orang besar. Dan jangan pernah menyerah dengan keterbatasanmu. Karena yang di lihat TUHAN bukan itu. Tetapi keinginanmu yang tulus akan berjumpa dengan-Nya. Itulah yang Ia inginkan darimu. Tentu tidak cukup hanya keinginan saja tindakan nyata sebagai wujud dari keinginan luhur itu juga harus ada.
Seperti yang di alami Zakheus disini. Yesus berhenti dan melihat kepohon ara itu seraya menyuruh Zakheus turun sebab Ia mau makan dirumahnya. Benar-benar Zakheus mendapat jamahan kasih Yesus. Ia tidak mengka bahwa ia akan mendapat hal tersebut; bahwa Yesus rela dan bersedia makan di rumahnya. Begitu besar kasih Yesus itu. Begitu dalam dan begitu tinggi dan panjang kasih Yesus itu. Yesus datang ke Yerikho bahkan bukan hanya datang di Yerikho saja tetapi di sana Ia datang menemui seorang Zakheus. Kasih inilah yang merubah hidup Zakheus 180 derajat. Ia menerima Yesus dengan penuh sukacita di rumahnya. Dan dihadapan Yesus Zakheus tidak hanya mengakui perbuatannya juga ia rela mengembalikan apa yang telah diambilnya dari orang lain. Sungguh Yesus telah merubahnya.  Itulah hasil dari perjumpaannya dengan Yesus.
Saudara-saudara yang kekasih Yesus juga datang di kotamu bahkan datang menemui engkau seperti Ia melakukan-Nya pada Zakheus. Yesus mau datang di rumahmu. Pertanyaannya maukah engkau membuka pintu hatimu dan membiarkan Ia masuk? Yesus mau kita seperti Zakheus yang langsung turun dan dengan penuh sukacita menerima Dia dalam hidup ini. Yesus mau supaya engkau pintu hatimu dan membiarkannya masuk. Dan  jika engkau membiarkan-Nya masuk, membuka pintu hatimu maka engkau akan terjadi keselamatan seperti yang di katakan Yesus kepada Zakheus. Dia datang mencari kita yang hilang karena dosa. Dia mau menumpang di rumahmu. Dia mau menerima engkau dan mau mengampuni segala dosamu. Betapapun besar dan banyaknya dosa yang engkau lakukan. Kembalilah kepada-Nya dengan penyesalan yang sungguh dan akuilah perbuatanmu dihadapan-Nya. Pintu Rahmat/Kasih Karunia masih terbuka bagimu. Keselamatan dari Yesus itu akan terjadi bagi kita. Sebab Yesus datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang.” Dia datang menyelamatkan kita yang penuh dengan dosa.

Amin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar