Rabu, 25 Oktober 2017

Khotbah Katekhismus Minggu 7 SJ 20-23



Waingapu, 22 Oktober 2017

Baca : Kitab Roma. 4 : 1 – 25  
Nas   : KH M 7 sj 20-23  

Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam Minggu di jelaskan tentang PERCAYA. Dan sehubungan dengan itu ada tiga hal penting yang dijelaskan:
Hal yang pertama tentang Apakah yang di buat atau yang di kerjakan oleh Percaya itu?
Hal yang kedua tentang Apakah sebenarnya Percaya itu?
Dan hal yang ketiga tentang Apakah Isi percaya itu?
 Tiga hal itulah yang di jelaskan dalam Minggu ini. Kita sering berbicara tentang Percaya. Sebagai orang Kristen kita senang sekali bila orang menyebut kita; orang percaya. Selain dari itu kita juga tidak malu akan menyebut diri orang Percaya. Mengapa? Karena bagi orang Percaya ada janji dimana TUHAN menjanjikan Keselamatan itu. Artinya Bagi orang Percaya tidak ada hukuman lagi.
Akan tetapi mari kita bersama melihat dan merenungkan apa yang di jelaskan dalam Minggu ini tentang Percaya itu. Apakah Percaya yang kita tahu dan yang kita miliki saat ini sudah sesuai dan sudah tepat seperti yang diajarkan Firman itu?
Mari kita lihat tiga hal yang tadi kita sebut. Hal yang pertama yang kita renungkan adalah apakah yang di kerjakan atau di buat oleh Percaya itu? Dan sehubungan dengan pokok itu ada sebuah pertanyaan yang diajukan yakni; “Adakah segala orang di selamatkan pula dalam Kristus sebagaimana mereka terkutuk dalam Adam?” Jawaban yang di berikan adalah berbunyi Tidak (segala orang diselamatkan), tetapi hanyalah mereka, yang oleh percaya yang sejati dimasukkan dalam tubuhNya dan menerima segala kebajikan-Nya. Artinya sekalipun  didalam kejatuhan Adam semua manusia telah terkutuk tidak berarti bahwa secara otomatis didalam Kristus manusia itu di selamatkan. Benar Yesus adalah Kepala umat Manusia PB tetapi itu tidak harus di jadikan alasan bahwa semua manusia otomatis di selamatkan. Itu bukan jaminan. Demikian juga menjadi orang Kristen saja bukanlah jaminan bahwa kita di selamatkan. Yang di selamatkan adalah mereka yang oleh Percaya sejati di masukkan dalam tubuh-Nya dan menerima segala kebajikan-Nya. Mereka yang oleh Percaya yang sejati. jadi bukan hanya Percaya saja seperti dikatakan orang hari ini. Tetapi Percaya sejati yakni percaya murni atau tulen; percaya yang tidak ada campurannya. Percaya yang mengerjakan bagi kita dua hal penting tadi yakni
Yang pertama dimasukkan dalam tubuh-Nya
Yang kedua Menerima segala kebajikan-Nya
Dua hal tersebut di kerjakan oleh Percaya sejati itu dalam setiap pribadi anak-anak TUHAN. Dimasukkan dalam tubuh-Nya berarti menjadi satu dengan Kristus. Kata dimasukkan itu sama dengan kata diisapkan. Yang berarti bukan kita sendiri tetapi oleh Percaya yang sejati yang di kerjakan Roh dan Sabda itu yang membuat kita menjadi satu dengan Kristus. Dan menjadi satu dengan Kristus berarti Kristus didalam kita dan kita didalam Kristus. Keinginan Kristus menjadi keinginan kita. Bukan malah bertentangan dengan keinginan Kristus. Karena itu jika kita mengaku orang Percaya maka kita harus memeriksa diri apakah kita benar telah menjadi satu dengan Kristus. Apakah yang kita lakukan dalam hidup ini telah berpadanan atau sesuai dengan Keinginan Kristus? Yang kedua orang percaya Menerima segala kebajikan-Nya yakni menerima Keampunan dosa, Keadilan dan hidup yang kekal. Orang yang tidak memiliki percaya sejati tidak mungkin menerima itu. Kita melihat begitu banyak orang Kristen yang ragu dan bimbang akan kebajikan Allah itu dalam hidup mereka. Mereka meragukan apakah dosanya telah di ampuni, apakah mereka mendapat keadilan dan apakah mereka di selamatkan? Sesungguhnya jawabannya adalah karena mereka belum memiliki Percaya  sejati itu. Dimana ada percaya sejati di sana pasti tidak akan ada keraguan dan kebimbangan. Disana kita tidak berkata benarkah Allah mengampuni dosa saya? Benarkah saya di selamatkan? Karena itu pertanyaannya untuk menjadi perenungan bagi kita benarkah kita telah memiliki percaya sejati itu? Jika kita adalah salah seorang yang meragukan pengampunan, keadilan dan keselamatan dalam Kristus Yesus berarti engkau belum memiliki Percaya sejati itu.
Lalu apakah Percaya yang sejati itu? Dalam Ibrani 11:1 mengatakan Percaya adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Dengan sengaja kami memakai kata Percaya ketimbang Iman. Sebab kata iman menegaskan bahwa perbuatan Baik adalah dasar keselamatan itu. Dan itu bertentangan dengan pengajaran Injil yang menegaskan bahwa orang di selamatkan oleh rahmat Allah, oleh Percaya. Percaya adalah dasar/fondasi darimana kita dapat berpijak. Dimana kita meletakkan seluruh pengharapan kita. Percaya adalah bukti yang menyakinkan kita tentang Hidup yang kekal yang disediakan Allah bagi kita. Percaya itulah yang meyakinkan kita meskipun kita tidak melihat tetapi kita yakin bahwa kita akan memperoleh apapun yang di janjikan Allah dalam Firman-Nya. Dalam soal jawab 21 di jelaskan bahwa Percaya itu adalah Pengetahuan yang Pasti. Bukan pengakuan yang didalamnya terdapat banyak keraguan atau ketidakpastian. Pengakuan yang benar dan keyakinan yang kokoh bersumber dari sebuah pengetahuan yang pasti. Dan Alkitab/Firman Allah memberi kita pengetahuan yang pasti tentang siapakah Allah itu. Pengetahuan yang pasti tidak bertumbuh atau datang begitu saja. Tetapi bertumbuh atau datang dari Firman itu itu. Karena itu kita harus belajar terus menerus akan Kebenaran itu. Bertekun didalamnya supaya mengenal dengan baik siapakah ALLAH itu? Sebab dimana ada pengenalan yang benar tentang Allah di sana pasti ada pengetahuan yang pasti. Banyak orang Kristen yang tidak memiliki pengetahuan yang pasti tentang Allah. Karena itu mereka meragukan kemahakuasaan-Nya. Mereka meragukan perlindungan-Nya. Mereka meragukan pertolongan-Nya, penyertaan-Nya, Perlindungan-Nya dan sebagainya. Dalam Gereja Pengetahuan yang pasti tentang Allah dan Kebenaran-Nya belum di miliki. Hal itu nyata dalam hal dimana banyak orang yang berulang-ulang kali terjerumus dalam dosa dan pelanggaran yang sama. Selain dari itu mereka hanya memiliki pengetahuan tentang Allah dan Kebenaran-Nya untuk separuh waktu saja. Dan untuk kepentingan-kepentingan mereka karena mereka memerlukannya. Sehingga pengetahuan itu hanya bersifat sementara saja. Yang kedua Percaya sejati itu adalah kepercayaan yang teguh. Kepercayaan yang tidak terombang-ambing lagi. Bukan percaya setengah-setengah. Kepercayaan yang teguh adalah sebuah penyerahan diri secara Totalitas. Jangan karena susah atau dalam kesulitan terus menyerahkan diri. Lalu dikala senang menjauhkan diri dari TUHAN. Jadilah itulah yang dimaksudkan dengan percaya sejati. Jadi kalau tidak ada pengetahuan yang pasti tentang Allah dan kebenaran-Nya dan tidak ada kepecayaan yang teguh; jangan sombong dan mengklaim diri sebagai orang Percaya. 
Hal yang ketiga di jelaskan tentang apakah Isi Percaya itu atau siapakah yang kita Percaya? Dalam minggu ini di jelaskan bahwa Isi percaya kita adalah Semuanya yang telah dijanjikan kepada kita dalam Injil, y.i. yang diajarkan kepada kita dalam suatu ringkasan di dalam pasal-pasal
percaya-kristen, yang am dan pasti. Dan 12 Pengakuan Rasuli itu di ringkaskan lagi  ALLAH Tritunggal, yakni Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus. Tanpa itu kita memiliki percaya yang kosong. Dan kebanyakan orang Kristen punya percaya yang kosong. Akibatnya menjadi orang Kristen yang labil, yang tidak taat, yang mmberontak, yang tidak cukup kuat untuk tetap bertahan dan sebagainya. Jangan menjadi orang Kristen yang tidak tahu siapa yang mereka percaya dan yang tidak tahu tentang apa yang dijanjikan TUHAN dalam Firman-Nya. Karena itu belajar dengan tekun akan Firan Allah. Jangan Alkitab di jadikan kelengkapan isi tas, jangan di jadikan hiasan di tangan, jangan di buang atau sekedar untuk bagaya doang yakni sengaja pegang Alkitab supaya orang tahu bahwa mereka beribadah.
Bagaimanakah dengan kita saudara-saudaraku? Benarkah saudara-saudara mengaku bahwa hanya oleh Percaya kepada Allah Tritunggal itu suadara-saudara di selamatkan?  Biarkanlah Sabda TUHAN itu menuntun kita  untuk kita memeiliki pengetahan yang pasti dan kepercayaan yang teguh.

Amin









Tidak ada komentar:

Posting Komentar