Waingapu, 22 Oktober 2017
Baca : Kitab
Roma. 4 : 1 – 25
Nas :
KH M 7 sj 20-23
Saudara – saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus
Kristus,
Dalam Minggu di jelaskan tentang
PERCAYA. Dan sehubungan dengan itu ada tiga hal penting yang dijelaskan:
Hal yang pertama tentang Apakah
yang di buat atau yang di kerjakan oleh Percaya itu?
Hal yang kedua tentang Apakah
sebenarnya Percaya itu?
Dan hal yang ketiga tentang Apakah
Isi percaya itu?
Tiga hal itulah yang di jelaskan dalam Minggu
ini. Kita sering berbicara tentang Percaya. Sebagai orang Kristen kita senang sekali
bila orang menyebut kita; orang percaya. Selain dari itu kita juga tidak malu
akan menyebut diri orang Percaya. Mengapa? Karena bagi orang Percaya ada janji
dimana TUHAN menjanjikan Keselamatan itu. Artinya Bagi orang Percaya tidak ada
hukuman lagi.
Akan tetapi mari kita bersama
melihat dan merenungkan apa yang di jelaskan dalam Minggu ini tentang Percaya
itu. Apakah Percaya yang kita tahu dan yang kita miliki saat ini sudah sesuai
dan sudah tepat seperti yang diajarkan Firman itu?
Mari kita lihat
tiga hal yang tadi kita sebut. Hal yang pertama yang
kita renungkan adalah apakah yang di kerjakan atau di buat oleh Percaya itu? Dan sehubungan dengan pokok itu ada sebuah pertanyaan yang diajukan yakni; “Adakah segala orang di
selamatkan pula dalam Kristus sebagaimana mereka terkutuk dalam Adam?” Jawaban yang di berikan adalah berbunyi Tidak (segala
orang diselamatkan), tetapi hanyalah mereka, yang oleh percaya yang sejati
dimasukkan dalam tubuhNya dan menerima segala kebajikan-Nya. Artinya sekalipun didalam kejatuhan Adam semua manusia telah
terkutuk tidak berarti bahwa secara otomatis didalam Kristus manusia itu di
selamatkan. Benar Yesus adalah Kepala umat Manusia PB tetapi itu tidak harus di
jadikan alasan bahwa semua manusia otomatis di selamatkan. Itu bukan jaminan.
Demikian juga menjadi orang Kristen saja bukanlah jaminan bahwa kita di
selamatkan. Yang di selamatkan adalah mereka yang oleh Percaya sejati di
masukkan dalam tubuh-Nya dan menerima segala kebajikan-Nya. Mereka yang oleh Percaya
yang sejati. jadi bukan hanya Percaya saja seperti dikatakan orang hari ini.
Tetapi Percaya sejati yakni percaya murni atau tulen; percaya yang tidak ada
campurannya. Percaya yang mengerjakan bagi kita dua hal penting tadi yakni
Yang pertama dimasukkan dalam
tubuh-Nya
Yang kedua Menerima segala
kebajikan-Nya
Dua hal
tersebut di kerjakan oleh Percaya sejati itu dalam setiap pribadi anak-anak
TUHAN. Dimasukkan dalam tubuh-Nya berarti menjadi satu dengan Kristus. Kata
dimasukkan itu sama dengan kata diisapkan. Yang berarti bukan kita sendiri
tetapi oleh Percaya yang sejati yang di kerjakan Roh dan Sabda itu yang membuat
kita menjadi satu dengan Kristus. Dan menjadi satu dengan Kristus berarti Kristus
didalam kita dan kita didalam Kristus. Keinginan Kristus menjadi keinginan
kita. Bukan malah bertentangan dengan keinginan Kristus. Karena itu jika kita
mengaku orang Percaya maka kita harus memeriksa diri apakah kita benar telah
menjadi satu dengan Kristus. Apakah yang kita lakukan dalam hidup ini telah berpadanan
atau sesuai dengan Keinginan Kristus? Yang kedua orang percaya Menerima segala
kebajikan-Nya yakni menerima Keampunan dosa, Keadilan dan hidup yang kekal.
Orang yang tidak memiliki percaya sejati tidak mungkin menerima itu. Kita
melihat begitu banyak orang Kristen yang ragu dan bimbang akan kebajikan Allah
itu dalam hidup mereka. Mereka meragukan apakah dosanya telah di ampuni, apakah
mereka mendapat keadilan dan apakah mereka di selamatkan? Sesungguhnya jawabannya
adalah karena mereka belum memiliki Percaya
sejati itu. Dimana ada percaya sejati di sana pasti tidak akan ada
keraguan dan kebimbangan. Disana kita tidak berkata benarkah Allah mengampuni
dosa saya? Benarkah saya di selamatkan? Karena itu pertanyaannya untuk menjadi
perenungan bagi kita benarkah kita telah memiliki percaya sejati itu? Jika kita
adalah salah seorang yang meragukan pengampunan, keadilan dan keselamatan dalam
Kristus Yesus berarti engkau belum memiliki Percaya sejati itu.
Lalu
apakah Percaya yang sejati itu? Dalam Ibrani 11:1
mengatakan Percaya adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan
bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Dengan sengaja kami memakai kata Percaya ketimbang Iman. Sebab kata iman
menegaskan bahwa perbuatan Baik adalah dasar keselamatan itu. Dan itu
bertentangan dengan pengajaran Injil yang menegaskan bahwa orang di selamatkan
oleh rahmat Allah, oleh Percaya. Percaya adalah dasar/fondasi darimana kita
dapat berpijak. Dimana kita meletakkan seluruh pengharapan kita. Percaya adalah bukti yang menyakinkan kita tentang Hidup yang kekal
yang disediakan Allah bagi kita. Percaya itulah yang meyakinkan kita meskipun
kita tidak melihat tetapi kita yakin bahwa kita akan memperoleh apapun yang di
janjikan Allah dalam Firman-Nya. Dalam soal jawab 21 di
jelaskan bahwa Percaya itu adalah Pengetahuan yang Pasti. Bukan pengakuan yang didalamnya terdapat banyak
keraguan atau ketidakpastian. Pengakuan yang benar dan keyakinan yang kokoh
bersumber dari sebuah pengetahuan yang
pasti. Dan Alkitab/Firman Allah memberi kita pengetahuan yang pasti tentang
siapakah Allah itu. Pengetahuan yang pasti tidak bertumbuh atau datang begitu
saja. Tetapi bertumbuh atau datang dari Firman itu itu. Karena itu kita harus belajar terus menerus akan
Kebenaran itu. Bertekun didalamnya supaya mengenal dengan baik siapakah ALLAH
itu? Sebab dimana ada pengenalan yang benar tentang Allah di sana pasti ada
pengetahuan yang pasti. Banyak orang Kristen yang tidak memiliki pengetahuan
yang pasti tentang Allah. Karena itu mereka meragukan kemahakuasaan-Nya. Mereka
meragukan perlindungan-Nya. Mereka meragukan pertolongan-Nya, penyertaan-Nya,
Perlindungan-Nya dan sebagainya. Dalam Gereja Pengetahuan yang pasti tentang
Allah dan Kebenaran-Nya belum di miliki. Hal itu nyata dalam hal dimana banyak
orang yang berulang-ulang kali terjerumus dalam dosa dan pelanggaran yang sama.
Selain dari itu mereka hanya memiliki pengetahuan tentang Allah dan
Kebenaran-Nya untuk separuh waktu saja. Dan untuk kepentingan-kepentingan
mereka karena mereka memerlukannya. Sehingga pengetahuan itu hanya bersifat
sementara saja. Yang kedua Percaya sejati itu adalah kepercayaan yang teguh.
Kepercayaan yang tidak terombang-ambing lagi. Bukan percaya setengah-setengah.
Kepercayaan yang teguh adalah sebuah penyerahan diri secara Totalitas. Jangan
karena susah atau dalam kesulitan terus menyerahkan diri. Lalu dikala senang
menjauhkan diri dari TUHAN. Jadilah itulah yang dimaksudkan dengan percaya
sejati. Jadi kalau tidak ada pengetahuan yang pasti tentang Allah dan kebenaran-Nya
dan tidak ada kepecayaan yang teguh; jangan sombong dan mengklaim diri sebagai
orang Percaya.
Hal yang ketiga di jelaskan tentang apakah
Isi Percaya itu atau siapakah yang kita Percaya? Dalam minggu ini di jelaskan
bahwa Isi percaya kita adalah Semuanya yang telah dijanjikan
kepada kita dalam Injil, y.i. yang diajarkan kepada kita dalam suatu ringkasan
di dalam pasal-pasal
percaya-kristen, yang am dan pasti. Dan 12
Pengakuan Rasuli itu di ringkaskan lagi ALLAH Tritunggal, yakni Allah Bapa, Allah Anak
dan Allah Roh Kudus. Tanpa itu kita
memiliki percaya yang kosong. Dan kebanyakan orang Kristen punya percaya yang
kosong. Akibatnya menjadi orang Kristen yang labil, yang tidak taat, yang
mmberontak, yang tidak cukup kuat untuk tetap bertahan dan sebagainya. Jangan menjadi orang Kristen yang tidak tahu siapa
yang mereka percaya dan yang tidak tahu tentang apa yang dijanjikan TUHAN dalam
Firman-Nya. Karena itu belajar dengan tekun akan Firan Allah. Jangan Alkitab di
jadikan kelengkapan isi tas, jangan di jadikan hiasan di tangan, jangan di
buang atau sekedar untuk bagaya doang yakni sengaja pegang Alkitab supaya orang
tahu bahwa mereka beribadah.
Bagaimanakah dengan kita
saudara-saudaraku? Benarkah saudara-saudara mengaku bahwa hanya oleh Percaya kepada
Allah Tritunggal itu suadara-saudara di selamatkan? Biarkanlah Sabda TUHAN itu menuntun kita untuk kita memeiliki pengetahan yang pasti
dan kepercayaan yang teguh.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar