Waingapu,
24 September 2017
Baca :
Mazmur. 130 : 1 – 8
Nas :
KH M 6 sj 16-19
Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam
nas kita di jelaskan tentang Mengapa Yesus Kristus yang memiliki peri (sifat; keadaan), yakni sebagai
-
Manusia sejati dan
adil
-
Dan Allah sejati
Dan bagaimana kita
bisa tahu bahwa Kristus punya dua tabiat (keadaan) seperti itu. Dijelaskan
bahwa Alkitab sudah menjelaskan hal itu. Dalam PL dan PB sudah di jelaskan
tentang Yesus Kristus yang adalah Manusia sejati dan Adil dan Allah sejati. Dan
disini nas-nas itu di kutip supaya kia melihat dasar-dasar Alkitabiahnya
dimana. Dan dengan demikian kita boleh memiliki pengetahuan yang benar tentang
kebenaran itu. Sebab kalau hanya di jelaskan bahwa Yesus itu pengantara yang
perinya Manusia sejati dan Allah sejati saja tanpa ayat-ayat alkitabiah yang
menjadi referensi; maka Kebenaran tentang pokok ini akan di ragukan. Kita akan
bertanya benarkah seperti itu? Secara logika tidak dapat di mengerti mengapa
Yesus memiliki tabiat/keadaan seperti itu. Karena itu orang menolak pokok ini
sebagai Kebenaran. Mereka mengatakan bagaimana mungkin ada dua tabiat/keadaan
dalam satu pribadi? Bagaimana Yesus menjadi manusia sejati dan sekaligus Allah
sejati? Sampai kapanpun juga Logika kita tidak mungkin menolong kita untuk
keluar dari masalah ini. Karena logika kita sangat terbatas untuk memahami
semua pernyataan Allah dalam Firman-Nya. Tetapi kita bersyukur karena Alkitab menjelaskan
hal itu kepada kita; apa sebabnya Ia menjadi Manusia sejati dan Allah sejati?
Dan bagaimana hal itu di beritakan dalam PL
Mengapa Yesus harus menjadi manusia
sejati dan adil? Jawaban yang di berikan
disini begitu baik. Sebab keadilan
Allah menuntut bahwa tabiat manusia yang telah berbuat dosa juga memampas
karena dosa itu, sedang seorang manusia yang sendiri berdosa tidak dapat
memampas ganti orang lain.
Itulah alasannya! Singkatnya karena keadilan Allah
maka itu harus terjadi. Keadilan Allah harus dilakukan. Dan inilah keadilan
Allah itu manusia yang berbuat dosa manusia harus memampas/ menebus utang dosa
yang di perbuatnya. Dan orang yang bisa melakukan itu adalah orang yang
betul-betul manusia dan tidak berdosa. Orang berdosa tidak mungkin bisa
melakukannya. Dan hanya Yesus yang bisa melakukan itu! Sebab Ia adalah manusia
sejati dan adil dan tanpa dosa. Dari mana kita tahu hal itu; bahwa hanya Yesus
saja yang bisa? Firman Tuhan menjelaskan hal kepada kita. Yesus menjadi Manusia
sejati; Dia mengambil darah dan daging anak dara Maria. Dia menjadi sama dengan
kita berkecuali dosa. Itulah sebabnya Yesus dapat menyelamatkan kita. Karena
hanya Dia yang bisa memenuhi tuntutan Allah itu. Dalam suratnya kepada sidang
TUHAN di Korintus Paulus menegaskan (2 Kor. 5:21): Dia yang tidak mengenal dosa
telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan
oleh Allah. Jadi Yesus harus menjadi manusia dan Adil supaya Ia bisa
menyelamatkan kita.
Lalu apa sebabnya Ia menjadi Allah
sejati? Jawabannya disini berbunyi; Supaya Ia,
dengan kuasa keilahanNya, dapat menanggung beban murka Allah atas
kemanusiaanNya, lalu memperoleh bagi kita serta mengembalikan kepada kita keadilan dan kehidupan. Tidak mudah menanggung beban murka Allah atas dosa. Yang bisa menanggung
itu hanya Yesus saja. Sebab Dia adalah Allah sejati. Sebagai Allah sejati Yesus
punya kuasa akan menanggung beban murka Allah yang dasyat. Sebab jika Yesus
hanya Manusia sejati saja Dia tidak mungkin bisa menanggung beban murka Allah
itu. Kedasyatan murka Allah nyata diatas kayu salib itu. Dimana Yesus berseru:
Eli Eli lama sabakhtani yang artinya Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau
meninggalkan Aku? Yesus benar-benar merasa di tinggalkan oleh Allah. Tetapi
meskipun demikian Ia tetap mencari Allah. Dan kita melihat dimana Yesus bisa
melakukan apa yang di tuntut oleh Allah dalam Torat-Nya. sebab itu Ia
mengatakan sudah Selesai. Demikianlah Ia mengembalikan Keadilan dan kehidupan
kepada kita. Artinya dengan berbuat demikian kita yang tadinya harus menjalani
tuntutan Allah itu dan harus menanggung hukuman mati. Sekarang tidak lagi
mengalami semua itu. Yesus sudah mengganti kita. Dia sudah menanggung semuanya
ganti kita.
Saudara-saudara yang kekasih,
Bilakah Allah telah berbuat seperti itu bagi kita; yakni didalam Yesus Allah
telah mengaruniakan, penebusan dari segala dosa kita; Keselamatan, dan
seterusnya. Maka sudah selayaknya kita selalu hidup bersyukur dan
mempermuliakan nama-Nya. Dan kita terapkan itu dalam kehidupan ini dalam hal
bagaimana kita hidup sebagai orang-orang yang telah diselamatkan. Kita
meninggalkan segala keburukan kita dan terus belajar dari Injil itu. Sebab
hanya dengan hanya dengan terus belajar dari Firman-Nya kita mengenal Dia
dengan baik. Dan ketika kita mengenal siapa Yesus itu maka kita pasti akan
mengasihi Dia dengan benar. Dan berbakti kepada-Nya dengan setia.
Karena
itu mari kita memeriksa diri dan bertanya diri apakah kita telah mengenal Yesus
bahwa Dia adalah Manusia sejati dan Allah sejati? Lalu bagaimanakah engkau
memaknai hal itu dalam kehidupan ini? Dia Manusia sejati sama dengan kita
berkecuali dosa; itulah berarti bahwa Yesus itu memahami dan mengerti apa yang
engkau alami saat ini. Dia adalah Allah sejati; dalam kuasa ke-Illahan-Nya Ia
dapat menanggung segala beban hidup yang engkau hadapi saat ini. Apapun juga
bebanmu saat ini ingatlah Yesus itu Manusia sejati dan Allah sejati bagi kita.
Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar