Rabu, 25 Oktober 2017

Khotbah Katekhismus Minggu 6 Sj 16 - 19



Waingapu, 24 September  2017

Baca                : Mazmur. 130 : 1 – 8
Nas                  : KH M 6 sj 16-19  

Saudara–saudara yang kekasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus,
Dalam nas kita di jelaskan tentang Mengapa Yesus Kristus yang memiliki peri (sifat; keadaan), yakni sebagai
-          Manusia sejati dan adil
-          Dan Allah sejati
Dan bagaimana kita bisa tahu bahwa Kristus punya dua tabiat (keadaan) seperti itu. Dijelaskan bahwa Alkitab sudah menjelaskan hal itu. Dalam PL dan PB sudah di jelaskan tentang Yesus Kristus yang adalah Manusia sejati dan Adil dan Allah sejati. Dan disini nas-nas itu di kutip supaya kia melihat dasar-dasar Alkitabiahnya dimana. Dan dengan demikian kita boleh memiliki pengetahuan yang benar tentang kebenaran itu. Sebab kalau hanya di jelaskan bahwa Yesus itu pengantara yang perinya Manusia sejati dan Allah sejati saja tanpa ayat-ayat alkitabiah yang menjadi referensi; maka Kebenaran tentang pokok ini akan di ragukan. Kita akan bertanya benarkah seperti itu? Secara logika tidak dapat di mengerti mengapa Yesus memiliki tabiat/keadaan seperti itu. Karena itu orang menolak pokok ini sebagai Kebenaran. Mereka mengatakan bagaimana mungkin ada dua tabiat/keadaan dalam satu pribadi? Bagaimana Yesus menjadi manusia sejati dan sekaligus Allah sejati? Sampai kapanpun juga Logika kita tidak mungkin menolong kita untuk keluar dari masalah ini. Karena logika kita sangat terbatas untuk memahami semua pernyataan Allah dalam Firman-Nya. Tetapi kita bersyukur karena Alkitab menjelaskan hal itu kepada kita; apa sebabnya Ia menjadi Manusia sejati dan Allah sejati? Dan bagaimana hal itu di beritakan dalam PL
       Mengapa Yesus harus menjadi manusia sejati dan adil?  Jawaban yang di berikan disini begitu baik. Sebab keadilan Allah menuntut bahwa tabiat manusia yang telah berbuat dosa juga memampas karena dosa itu, sedang seorang manusia yang sendiri berdosa tidak dapat memampas ganti orang lain.
       Itulah alasannya! Singkatnya karena keadilan Allah maka itu harus terjadi. Keadilan Allah harus dilakukan. Dan inilah keadilan Allah itu manusia yang berbuat dosa manusia harus memampas/ menebus utang dosa yang di perbuatnya. Dan orang yang bisa melakukan itu adalah orang yang betul-betul manusia dan tidak berdosa. Orang berdosa tidak mungkin bisa melakukannya. Dan hanya Yesus yang bisa melakukan itu! Sebab Ia adalah manusia sejati dan adil dan tanpa dosa. Dari mana kita tahu hal itu; bahwa hanya Yesus saja yang bisa? Firman Tuhan menjelaskan hal kepada kita. Yesus menjadi Manusia sejati; Dia mengambil darah dan daging anak dara Maria. Dia menjadi sama dengan kita berkecuali dosa. Itulah sebabnya Yesus dapat menyelamatkan kita. Karena hanya Dia yang bisa memenuhi tuntutan Allah itu. Dalam suratnya kepada sidang TUHAN di Korintus Paulus menegaskan (2 Kor. 5:21): Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah. Jadi Yesus harus menjadi manusia dan Adil supaya Ia bisa menyelamatkan kita.
       Lalu apa sebabnya Ia menjadi Allah sejati? Jawabannya disini berbunyi; Supaya Ia, dengan kuasa keilahanNya, dapat menanggung beban murka Allah atas kemanusiaanNya, lalu memperoleh bagi kita serta mengembalikan kepada kita keadilan dan kehidupan. Tidak mudah menanggung beban murka Allah atas dosa. Yang bisa menanggung itu hanya Yesus saja. Sebab Dia adalah Allah sejati. Sebagai Allah sejati Yesus punya kuasa akan menanggung beban murka Allah yang dasyat. Sebab jika Yesus hanya Manusia sejati saja Dia tidak mungkin bisa menanggung beban murka Allah itu. Kedasyatan murka Allah nyata diatas kayu salib itu. Dimana Yesus berseru: Eli Eli lama sabakhtani yang artinya Allah-Ku, Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Aku? Yesus benar-benar merasa di tinggalkan oleh Allah. Tetapi meskipun demikian Ia tetap mencari Allah. Dan kita melihat dimana Yesus bisa melakukan apa yang di tuntut oleh Allah dalam Torat-Nya. sebab itu Ia mengatakan sudah Selesai. Demikianlah Ia mengembalikan Keadilan dan kehidupan kepada kita. Artinya dengan berbuat demikian kita yang tadinya harus menjalani tuntutan Allah itu dan harus menanggung hukuman mati. Sekarang tidak lagi mengalami semua itu. Yesus sudah mengganti kita. Dia sudah menanggung semuanya ganti kita.
       Saudara-saudara yang kekasih, Bilakah Allah telah berbuat seperti itu bagi kita; yakni didalam Yesus Allah telah mengaruniakan, penebusan dari segala dosa kita; Keselamatan, dan seterusnya. Maka sudah selayaknya kita selalu hidup bersyukur dan mempermuliakan nama-Nya. Dan kita terapkan itu dalam kehidupan ini dalam hal bagaimana kita hidup sebagai orang-orang yang telah diselamatkan. Kita meninggalkan segala keburukan kita dan terus belajar dari Injil itu. Sebab hanya dengan hanya dengan terus belajar dari Firman-Nya kita mengenal Dia dengan baik. Dan ketika kita mengenal siapa Yesus itu maka kita pasti akan mengasihi Dia dengan benar. Dan berbakti kepada-Nya dengan setia.
       Karena itu mari kita memeriksa diri dan bertanya diri apakah kita telah mengenal Yesus bahwa Dia adalah Manusia sejati dan Allah sejati? Lalu bagaimanakah engkau memaknai hal itu dalam kehidupan ini? Dia Manusia sejati sama dengan kita berkecuali dosa; itulah berarti bahwa Yesus itu memahami dan mengerti apa yang engkau alami saat ini. Dia adalah Allah sejati; dalam kuasa ke-Illahan-Nya Ia dapat menanggung segala beban hidup yang engkau hadapi saat ini. Apapun juga bebanmu saat ini ingatlah Yesus itu Manusia sejati dan Allah sejati bagi kita.

Amin 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar